Rumahhijaurakyat.com, BALIKPAPAN – Minggu malam di
Margomulyo terasa berbeda. Jalan-jalan di RT 18 dipadati warga dari berbagai RT
yang antusias hadir dalam Reses Masa Sidang I Tahun 2025/2026 bersama Anggota
DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman. Bukan sekadar forum resmi, suasana
hangat, akrab, dan penuh obrolan ringan mewarnai kegiatan yang dihampiri
ratusan warga dari 18 RT di kelurahan tersebut.
Taufik, yang kerap disapa Sang Putra Kilat, tampil dekat
dengan masyarakat, menyapa satu per satu, mendengarkan keluh kesah mereka,
sekaligus memaparkan gagasan besar tentang masa depan Margomulyo. Salah satu
fokus yang ia dorong adalah pengembangan kawasan wisata mangrove potensi besar
yang menurutnya belum disentuh maksimal.
“Wisata mangrove ini harus kita dorong bersama. Bukan hanya
soal pemandangan yang indah, tapi bagaimana potensi ini bisa menghidupkan
ekonomi warga, mengangkat budaya lokal, dan jadi kebanggaan Margomulyo,” ucap
Taufik dengan semangat.
Bagi Taufik, pembangunan bukan hanya soal beton dan
bangunan. Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali budaya paguyuban gotong
royong dan solidaritas yang menjadi kekuatan warga Margomulyo sejak dulu.
Hadir pula para perwakilan OPD, seperti Dinas PU, Dinas
Lingkungan Hidup, Disperkim, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Lurah Margomulyo.
Kehadiran mereka menambah bobot diskusi, karena warga dapat langsung
menyampaikan aspirasi di depan pihak yang berwenang.
Dan benar saja, sesi penyampaian aspirasi berlangsung ramai.
Warga menyampaikan beragam kebutuhan, mulai dari perbaikan penerangan jalan
umum (PJU), pembangunan Posyandu, peningkatan drainase, pengeboran sumur air,
hingga program untuk menguatkan UMKM di wilayah setempat.
“UMKM itu mungkin terlihat kecil, tapi dampaknya sangat
besar bagi ekonomi masyarakat,” ungkap Ibu Penti dari Dinas Koperasi dan UMKM,
menegaskan komitmen pemerintah pada pelaku usaha lokal.
Dari awal hingga akhir, suasana reses terasa cair dan penuh
kehangatan. Canda tawa sesekali pecah, namun diskusi tetap serius dan bermakna.
Banyak warga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Taufik, yang
dinilai konsisten hadir dan memperjuangkan suara masyarakat akar rumput.
Menutup kegiatan, Taufik kembali menegaskan pentingnya peran
pemuda dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dalam perubahan lingkungan.
“Pemuda dan LPM itu penggerak utama. Infrastruktur penting,
tapi membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat jauh lebih besar
dampaknya,” tegasnya.
Dengan semangat kebersamaan, kegiatan reses ini bukan hanya
ruang penyampaian aspirasi, tetapi juga panggung harapan untuk masa depan
Margomulyo yang lebih hidup, tertata, dan berdaya saing. (war/adv)
Tulis Komentar